Jumat, 29 Januari 2010

Zat kimia pada plastik

Kimia Dasar untuk Plastik
8 July 2006 - 3:27pm — admin
Untuk mengerti karakteristik dari plastik, bisa dimulai dari struktur kimia penyusun plastik. Pengetahuan dasar kimia dibutuhkan untuk mengerti sifat-sifat dasar plastik. Ikatan kimia dalam struktur plastik adalah ikatan kovalen, yaitu ikatan antar atom dengan cara berbagi elektron diantara dua atom. Ikatan ini dapat terdiri dari beberapa elektron.
Plastik merupakan bagian dari molekul hidrokarbon zat yang penyusun dasarnya adalah karbon dan hidrogen. Contoh dari ikatan kovalen diantaranya:
Ikatan tunggal C-C, ikatan ganda C=C, atau ikatan rangkap 3 C?C.
Karbon mempunyai kemampuan untuk berikatan membentuk rantai yang panjang seperti
oktane: CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3.
Plastik yang mempunyai struktur paling sederhana adalah polyethylene (PE). Umumnya susunan molekul dari PE terdiri dari sekitar 1000 atom karbon didalam tulang punggungnya. Molekul dari plastik sering disebut dengan macro molekul karena ukurannya sangat besar dilihat dari panjang rantai karbonnya. Untuk menyederhanakan struktur kimia dari macro molekul, maka digunakan penyingkatan. Bagian terkecil dari rantai karbon yang panjang disebut dengan mer atau monomer. Sering dituliskan seperti berikut.
-[CH2-CH2]n-
dimana n adalah jumlah atau derajat dari polimerisasi. Polimerisasi berarti penggabungan bersama monomer. Sekarang ini ada ribuan jenis plastik, tapi pada dasarnya, atom-atom penyusun inti plastik adalah Karbon (C), Hidrogen (H) dan beberapa tambahan atom Oksigen (O), nitrogen (N), Klor (Cl), Fluor (F), dan belerang (S).
Homopolymer:
Penyusun kimia paling dasar dari plastik disebut dengan homopolymer karena hanya terdiri dari satu struktur dasar. Contohnya:
-[CH2-CH-X]n-
Jika X adalah hidrogen (H), maka bahan tersebut adalah polyethylene (PE). Tetapi ika X adalah klor [Cl], maka bahan tersebut adalah poli vinil klorida (PVC).
Bisa juga dua atom hidrogen (H) diganti dengan atom-atom tertentu menjadi sebagai berikut:
-[CH2-CX-Y]n-
Penyusunan Molekul dari Plastik
Molekul-molekul dari plastik dapat mempunyai dua jenis tipe dalam penyusunan molekulnya, yaitu amorphous dan kristal polimer.
Plastik Amorphous:
Susunan molekul dari plastik amorphous cenderung tidak beraturan. Plastik amorphous biasanya bening atau transparan selama tidak ada filler atau campuran lain. Contoh plastik jenis ini adalah aklirik ditoko-toko.
Plastik kristal:
Susunan molekul dari plastik kristal adalah teratur. Keteraturan ini dapat dibuat dengan cara pendinginan yang relatif lama. Plastik kristal cenderung tidak transparan.
Pada umumnya plastik adalah campuran dari kedua tipe itu. Bagian luar dari plastik cenderung berbentuk amorphous karena proses pendinginan bagian luar relatif cepat. Sementara bagian dalam cenderung berbentuk kristal karena pendinginan memerlukan proses yang lebih lama.


Kalbe.co.id - Para ilmuwan di Amerika dan Kanada sedang mempelajari efek bisfenol-A (BPA), sebuah kandungan plastik polikarbonat yang biasa digunakan dalam alat sehari-hari uantuk menyimpan makanan dan obat-obatan, menemukan bahwa BPA menyebabkan hilangnya hubungan antara sel-sel otak dalam primata dan dapat mengarah pada penurunan ingatan dan belajar. Berdasarkan temuan ini, mereka menyarankan US Enviromental Protection Agency (US EPA) menurunkan batas keamanan minimum paparan harian BPA.
Studi yang dikerjakan oleh para peneliti dari Yale University School of Medicine dan Ontario Veterinary College, Kanada ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) edisi online 3 September 2008.
Studi sebelumnya telah melihat efek BPA pada tikus, namun ini merupakan yang pertama melihat apa yang terjadi pada primata dan juga pertama kalinya menggunakan batas terendah bahan ini berdasarkan acuan US EPA.
Untuk studi ini, Lerant dan koleganya memberikan dosis harian 50 mikrogram/kg BB BPA selama 28 hari kepada setiap primata. Mereka juga memberikan estradiol, hormon estrogen manusia yang terlibat dalam mengatur hubungan sinaptik antar sel-sel otak. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hormon ini tidak hanya diproduksi oleh ovarium, tapi juga di otak, yang berkontribusi pada pengembangan dan bekerja di hipokampus dan korteks prefrontal, 2 bagian yang mengatur mood dan membantu dalam ingatan.
Leranth dan koleganya menjelaskan, data mereka mengindikasikan bahwa walaupun ini merupakan paparan kadar BPA yang relatif rendah, BPA menghilangkan respon sinaptik terhadap estradiol. Remodeling sinasis saraf sangat penting dalam fungsi kognitif dan mood. BPA merinterferensi hubungan sinaps yang dibangun.
Mereka menyimpulkan bahwa studi ini pertama kalinya mendemotrasikan efek samping BPA pada otak model hewan primata nonmanusia yang selanjutnya perlu ditingkatkan kepedulian penggunaan BPA secara luas di bidang medis dan dalam persipan danpenyimpanan. Model primata ini mengindikasikan bahwa BPA secara negatif mempengaruhi fungsi otak dalam manusia. Untuk itu, EPA diharapkan menurunkan ‘batas keamanan harian’ untuk konsumsi BPA manusia.[/lang_en]

WASPADALAH - bagi anda yang sering menggunakan kantong plastik “kresek” dan plastik PVC sebagai wadah makanan siap santap, terutama yang berminyak/berlemak dan mengandung alkohol. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan POM, kantong plastik 'kresek' dan plastik PVC banyak mengandung unsur kimia yang berbahaya. Bila digunakan sebagai wadah makanan, terlebih yang dalam keadaan panas, residu dari bahan-bahan kimia tersebut dapat memuai dan mengkontaminasi makanan.

Menurut Kepala Badan POM RI dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, Mkes, SpFK, dalam proses pembuatan plastik PVC ditambahkan penstabil seperti senyawa timbal (Pb), kadmium (Cd), timah putih (Sn) atau lainnya untuk mencegah kerusakan PVC. "Bahkan agar lentur atau fleksibel, kadang-kadang ditambahkan senyawa ester ftalat atau ester adipat," Ungkap Husniah.

Lebih jauh Husniah mengatakan, unsur-unsur kimia tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. VCM terbukti mengakibatkan kanker hati, senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan syaraf, senyawa Cd merupakan racun bagi ginjal dan dapat mengakibatkan kanker paru dan senyawa ester ftalat dapat mengganggu sistem Endokrin.

Badan POM telah melakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap 11 jenis produk kemasan makanan dari plastik PVC dan hasilnya 1 jenis produk tidak memenuhi syarat karena kandungan logam berat Pb-nya mencapai 8,69 ppm. Jauh melebihi nilai maksimumnya yang diperbolehkan yaitu 1 ppm.

Badan POM juga menghimbau masyarakat untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pertama, umumnya kemasan PVC dapat dikenali dari logonya yang berupa segitiga dari anak panah, didalamnya ada angka 03, dan dibawah segitiga tersebut ada tulisan 'PVC'. Kedua, Jangan menggunakan kemasan makanan dari PVC untuk makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas. (Sumber : Depkes.go.id

PERINGATAN PUBLIK / PUBLIC WARNING
TENTANG
KEMASAN MAKANAN DARI PLASTIK POLIVINIL KLORIDA (PVC)
Nomor: KH.00.02.1 .55.2891
Tanggal 14 Juli 2009
Menindaklanjuti hasil pengawasan kemasan makanan yang terbuat dari plastik polivinil klorida (PVC), Badan POM RI perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
1. PVC dibuat dari monomer vinil klorida (VCM). Monomer vinil klorida yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.
2. Dalam pembuatan PVC ditambahkan penstabil seperti senyawa timbal (Pb), kadmium (Cd), timah putih (Sn) atau lainnya, untuk mencegah kerusakan PVC. Kadang-kadang agar lentur atau fleksibel ditambahkan senyawa ester ftalat, ester adipat, dll.
3. Residu VCM, Pb, Cd dan ester ftalat berbahaya bagi kesehatan.
• VCM terbukti mengakibatkan kanker hati.
• senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan syaraf.
o senyawa Cd merupakan racun bagi ginjal, dan dapat mengakibatkan kanker paru.
o senyawa ester ftalat dapat menganggu sistem endokrin.
4. Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI telah melakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap 11 jenis kemasan makanan dari plastik PVC, dan hasilnya 1 jenis tidak memenuhi syarat (terlampir).
5. Untuk kehati-hatian, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Umumnya kemasan makanan PVC dapat dikenali dari logo
1. Jangan menggunakan kemasan makanan dengan PVC untuk makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.
1. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsu men Badan POM RI dengan nomor telepon 021- 4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id
2. Demikian keterangan ini disampaikan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk kemasan makanan bagi kesehatan.
letak geografis Indonesia, dan sebagai negara kepulauan membuat Indonesia kaya akan suku bangsa... Setiap pulau berbeda sukunya... ada penduduk pribumi asli, ada pendatang dari tempat lain. Sejak adanya jalur perdagangan, ada pernikahan campur pedagan negara lain dengan rakyat pribumi menambah lagi ras penduduk Indonesia. Untuk penduduk pribumi sendiri, intinya pada pula2 yang ada di Indonesia dan setiap pula memiliki keragaman budaya, adat dan sukunya.)


PLASTIK, bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir setiap barang, mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa, mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida nyaris tak terpisahkan dari benda ini.
Belakangan, perabot rumah tangga pun marak diproduksi dari plastik. Juga untuk kemasan makanan. Maka, kontak langsung dengan bahan makanan yang notabene langsung kita konsumsi tersebut tak dapat dihindarkan lagi.
Namun, belakangan ada fakta yang sungguh mengejutkan. Tidak sedikit bahan-bahan plastik itu ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa jenis kemasan makanan dan minuman setelah dilakukan serangkaian penelitian laboratorium, dinyatakan yang tidak aman bagi kesehatan. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan ada beberapa jenis plastik mengeluarkan zat-zat beracun, seperti Dioxin, Styrene, Phthalate, Bisphenol-A.
Zat-zat tersebut bisa menyebabkan bermacam gangguan kesehatan. Mulai dari hal sepele semisal iritasi pada saluran pernapasan, gangguan ginjal, liver hingga yang bersifat karsiogenik yakni penyakit kanker sampai gangguan hormon.
Belakangan, gangguan itu paling banyak ditemui pada bahan plastik mengandung melamin. Prinsipnya, kata Syafriansyah, kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan, yang berbahaya itu jika bahan melamin ini banyak melepaskan zat formalin.
"Dampaknya itu mulai iritasi sampai kanker untuk proses menahunnya. Tergantung banyak tidaknya zat formalin yang dilepaskan," kata pria yang akrab disapa Syafri ini.
Sementara pada plastik untuk kegunaan lainnya, misalnya plastik kresek, yang biasa dipakai sebagai pembungkus, disarankan menghindari pemakainnya dari makanan berminyak dan suhu panas.
Pasalnya, zat-zat adiktif dalam plastik mudah terurai dalam lemak dan panas, apabila terkontaminasi dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, secara akumulatif pada binatang percobaan dapat mengakibatkan penyakit mematikan itu.
Juga saat bahan bisphenol A atau BPA yakni bahan kimia yang digunakan pada bahan plastik yang kita konsumsi, seperti botol air, botol soda, bahkan botol bayi. Berbagai jumlah kadar BPA telah ditemukan pada 93 persen orang Amerika yang diuji. Meskipun The American Chemistry Council menyatakan BPA aman, sebuah studi baru menemukan BPA mungkin tak aman.
Peninsula Medical School di Amerika dalam situsnya menunjukkan hasil riset mereka, yakni seperempat dari populasi yang diuji dengan kadar BPA tinggi, berpotensi dua kali lipat terkena diabetes dan penyakit hati. Peneliti menemukan, makin tinggi kadar BPA pada urin, akan kian berisiko terkena penyakit tertentu.

Cerdas Kenali Kodenya
SATU cara yang paling ampuh untuk menghindarkan dari bahaya plastik yang menggangu kesehatan. Salah satunya dengan melihat kodenya. Mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastik, kita dapat memilah produk plastik yang terbaik untuk digunakan dalam pemakaian sehari-hari.
Hal yang dapat kita perhatikan adalah melihat kode yang biasanya terdapat di bawah wadah plastik. Kode tersebut menunjukkan dari jenis bahan apa plastik itu dibuat.
Kode tersebut berupa segitiga yang terdiri dari tiga anak panah atau dengan huruf yang merupakan singkatan nama bahan pembuat plastik. Dengan mengetahui jenis bahan baku plastik, kita dapat mengetahui apakah jenis tersebut berbahaya terhadap makanan atau tidak.

* PET/PETE
Yaitu Polyethylene Terephalate. Biasanya merupakan wadah dari minuman mineral dengan warna transparan. Wadah ini khususnya diperuntukan sekali pakai. Karena semakin lama isinya berada dalam kemasan tersebut, kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula.

* HDPE
Singkatan dari High Density Polyethylene. Yakni kemasan obat atau bahan kosmetik. Juga ada Polyvinyl Chloride (PVC), yakni merupakan zat yang paling berbahaya. Sering digunakan sebagai saluran air, bahan bangunan, kadang kala digunakan sebagai mainan anak.

* LDPE
KEPANJANGAN adalah Low Density Polyethylene. Ini dipergunakan untuk bungkus sayuran dan daging beku. Juga ditemukan kode Polypropylene (PP), biasanya digunakan untuk kemasan makanan, minuman, margarin, botol shampo atau botol bayi.
Selain itu, perlu diperhatikan kode Polystyrene (PS) yakni merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh. Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene dapat berpindah ke dalam makanan, maka menggunakan bahan ini sebagai wadah makanan tidak dianjurkan. Berupa gelas dan piring makanan styrofoam yang sudah lama dianggap sebagai penyebab kanker, sendok dan garpu, kotak CD.


Setelah belajar mengenali simbol daur ulang pada produk plastic dari pabrik plastik, kali ini kita akan mencoba memanfaatkan pengetahuan akan simbol-simbol daur ulang, utamanya dalam memilih produk plastik dari plastic factories yang (lebih) sehat dan tidak (kurang) berpotensi membahayakan kesehatan. Banyak diantara kita yang (mungkin) pernah mendengar, membaca ataupun melihat berita mengenai bahaya produk plastik dari pabrik plastic bagi kesehatan. Diantaranya adalah mengenai beberapa jenis kemasan makanan dari industri plastic dan minuman dari pabrik plastik yang tidak aman bagi kesehatan, mengeluarkan zat-zat beracun, seperti Dioxin, Styrene, Phthalate, Bisphenol-A dan menyebabkan bermacam penyakit dari kanker sampai gangguan hormon yang sebagaimana kita ketahui kanker merupakan salah satu pembunuh terbesar dan terganas, bahkan lebih mematikan dibandingkan Adam Air, Ryan maupun Rio Martil. Dengan mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastic dari industri plastik, kita akan dapat memilah produk plastik dari plastic factories yang terbaik untuk kita gunakan dalam pemakaian sehari-hari.

Pemerintah maupun pabrik plastic atau industri plastik sendiri sampai saat ini masih belum menyatakan potensi bahaya dari pemakaian produk-produk industri plastic tersebut. Dengan beralasan bahwa resiko-resiko yang selama ini menjadi polemik tersebut masih belum terbukti sepenuhnya. Namun tentu saja kita tidak ingin mengambil resiko tersebut, terutama jika itu menyangkut kesehatan keluarga, apalagi anak-anak kita.


Setelah belajar mengenali simbol daur ulang pada produk plastik, kali ini kita akan mencoba memanfaatkan pengetahuan akan simbol-simbol daur ulang, utamanya dalam memilih produk plastik yang (lebih) sehat dan tidak (kurang) berpotensi membahayakan kesehatan. Banyak diantara kita yang (mungkin) pernah mendengar, membaca ataupun melihat berita mengenai bahaya produk plastik bagi kesehatan. Diantaranya adalah mengenai beberapa jenis kemasan makanan dan minuman yang tidak aman bagi kesehatan, mengeluarkan zat-zat beracun, seperti Dioxin, Styrene, Phthalate, Bisphenol-A dan menyebabkan bermacam penyakit dari kanker sampai gangguan hormon yang sebagaimana kita ketahui kanker merupakan salah satu pembunuh terbesar dan terganas, bahkan lebih mematikan dibandingkan Adam Air, Ryan maupun Rio Martil Dengan mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastik, kita akan dapat memilah produk plastik yang terbaik untuk kita gunakan dalam pemakaian sehari-hari.
Pemerintah maupun industri plastik sendiri sampai saat ini masih belum menyatakan potensi bahaya dari pemakaian produk-produk tersebut. Dengan beralasan bahwa resiko-resiko yang selama ini menjadi polemik tersebut masih belum terbukti sepenuhnya. Namun tentu saja kita tidak ingin mengambil resiko tersebut, terutama jika itu menyangkut kesehatan keluarga, apalagi anak-anak kita. Dibawah ini dapat kita lihat 3 jenis produk plastik yang perlu untuk kita waspadai dan kita hindari untuk digunakan sebagai wadah air, botol susu bayi maupun keperluan konsumsi lainnya.
Seiring dengan hebohnya kandungan kimia di botol bayi yang katanya berbahaya (yang bikin jadi ngeliat-liat botol susu kemana-mana pergi...--dasar pengen belanja terus ajah heuheuhe) Jadi dikutiplah beberapa artikel berikut dari info di milis dan dilengkapi dengan my comment.inilah summary-nya
artikel 1: be informed
artikel 2: amankah botol susu si kecil
artikel 3: Kandungan Kimi botol bayi berbahaya
artikel 4: Kenali Tanda Segitiga Pda kemasan plastik

Semoga bermanfaat!!

ARTIKEL 1:
Be informed
Plastik ada dimana-mana. Ada disekitar rumah kita, tempat kerja, mobil, bungkus pada makanan kita, kulit kita, produk rambut juga. Bisa terdapat pada baju, kacamata, gigi, computers, telephone, tempat makan, mainan dan masih banyak lagi. Plastik sekarang menjadi masalah -- more now than ever before

Resiko Kesehatan

Mengurangi plastik penting dan baik untuk kesehatan dan lingkungan kita

Vinyl atau polyvinyl chloride (PVC) yang terdapat pada plastik melepaskan Dioxin. Dioxin adalah bahan kimia yang sangat persisten yang dapat menyebabkan kanker, immune suppression, gangguan hormon, dan infertility.
Zat aditif ditambahkan pada plastik untuk membuatnya tidak kaku (seperti Phthalates) atau kaku (seperti Bisphenol A) dan dapat mengganggu hormon, terutama estrogen.

Terpapar BPA pada usia dini dapat menyebabkan kerusakan genetic dan dapat juga menyebabkan keguguran pada wanita.
Botol plastik Polycarbonate (#7) mengandung Bisphenol A (BPA), yang dapat lepas dari plastik meski pada temperatur kamar dan dapat menyebabkan kerusakan kromosom dan gangguan hormone. Botol air mineral yang terbuat dari #1 PET atau PETE (Polyethylene terephthalate) yang dapat melepaskan DEHA, zat karsinogenik juka digunakan lebih dari satu kali.
Resiko kesehatan dari penggunaan plastik lebih nyata pada anak-anak yang system kekebalan tubuh dan organnya masih tumbuh dan lebih lemah

(Dikutip dan diterjemahkan secara bebas banget dari http://www.naturallysustainable.com.au)


ARTIKEL 2:
Amankah Botol Susu Si Kecil?

Yakinkah Anda dengan keamanan botol susu si kecil? Hati-hati! Ternyata benda yang sangat akrab dengan si kecil itu bisa mengeluarkan bahan kimia beracun dan berbahaya; bisphenol-A (BPA). Bisphenol-A (BPA) adalah monomer yang digunakan untuk menghasilkan plastik polikarbonat yang banyak digunakan untuk pembuatan botol susu. BPA ini pulalah yang membuat botol susu menjadi tahan lama dan tampak mengkilat. Tak hanya pada botol susu, BPA juga digunakan sebagai campuran plastik untuk membuat gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa BPA dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. Peneliti dari University of Cincinnati menemukan, eksposur terhadap air mendidih menyebabkan botol plastik polikarbonat melepaskan BPA hingga 55 kali lebih cepat dari air dingin atau air bertemperatur normal.

Menurut Sun C.L dari Departement of Chemistry, Faculty of Science, National University of Singapore, BPA termasuk dalam kelompok bahan kimia yang dikenal sebagai endokrin pengganggu yang menghalangi aktivitas hormon natural dalam tubuh, terutama estrogen. Padahal, hormon dibutuhkan pada hampir setiap proses biologis seperti fungsi imunitas, reproduksi, pertumbuhan bahkan mengontrol hormon lainnya di dalam tubuh. “Mereka bekerja dalam konsentrasi yang sangat kecil. Karena itu dosis yang kecil sekali pun dari endokrin pengganggu dapat membahayakan,” tulis Sun dalam karya ilmiahnya, Migration of Bisphenol A in Baby Milk Bottles.

Sun memaparkan, penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada korelasi antara BPA dengan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis pada laki-laki. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi mengakibatkan ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Sun menerangkan, anak-anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, memiliki risiko yang paling besar terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun akibatnya tidak langsung tampak.

Untuk menghindari atau meminimalisir dampak BPA pada si kecil, spesialis anak Dr. Steven Parker, memberikan beberapa tips berikut:
• Hindari penggunaan botol polikarbonat yang mengandung BPA. Sebagai gantinya gunakan botol bebas BPA, atau botol yang terbuat dari gelas/kaca.
• Ketika membeli botol plastik, pilihlah botol yang menggunakan polypropylene/polyethylene, yang tidak keras dan tidak mengkilat.
• Carilah tanda "BPA-free" pada kaleng atau botol susu yang Anda beli.
• Hindari pemberian teether berbahan plastik/vinyl pada bayi.
• Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik karena dapat memicu pelepasan BPA. Sebagai gantinya, gunakanlah wadah gelas/kaca atau keramik.
• Cucilah botol dan wadah plastik dengan spons agar tidak merusak lapisan plastiknya.
• Belajar membaca kandungan dalam plastik. Singkirkan produk plastik yang mengandung bahan-bahan seperti DBP dan DEP, DEHP, DMP. Gunakan polyethylene (#5), dan hindari polikarbonat (#7).
• Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah tergores/rusak atau kusam.

*source www.inspiredkidsmagazine.com


ARTIKEL 3:
Kandungan Kimia Botol Bayi Berbahaya
Kamis, 04 September 2008 | 12:08 WIB

TEMPO Interaktif , New York: Kalau anda masih memberikan susu bayi dengan botol, sebaiknya kini berpikir ulang. Dalam penelitian di Amerika baru-baru ini, bisphenol A, salah satu bahan kimia yang digunakan untuk membuat botol bayi dan minuman soda dinyatakan berbahaya untuk kesehatan anak-anak dan masih memerlukan penelitan lebih dalam untuk bisa dipastikan aman digunakan.

Tes terhadap hewan telah menunjukkan efek yang berbahaya dari kandungan kimia bahan ini, yang terkenal disebut BPA. The National Toxicology Program melaporkan resiko bahan kimia ini terhadap anak-anak. Orang tua disarankan membatasi penggunaan botol-botol ini dalam keluarga mereka, tapi institusi ini belum merekomendasikan perubahan standar kesehatan Amerika.

Dalam penelitian ini, versi terakhirnya telah dilaporkan sejak April, yang menggarisbawahi perbedaan dengan pernyataan pemerintah mengenai standar keamanan zat kimia ini. Staf dari Administrasi Makanan dan Obat mengatakan bahwa laporan terakhir bulan lalu ada selisih perbedaan keamanan untuk bisphenol A ketika digunakan dalam produk yang kontak dengan makanan.

"Tidak tertutup kemungkinan BPA mempunyai efek terhadap kesehatan manusia," ujar John Bucher, Direktur Toxicology Group. Dalam pernyataannya, Bucher menambahkan bahwa melihat perkembangan pengaruh bisphenol A terhadap hewan, yang mempunyai tingkat sama dengan manusia.

Sementara pada Apri lalu, Kanada menjadi negara pertama yang memastikan label bisphenol A adalah racun dan melarang penggunaannya di botol bayi. Sedangkan Senator dari Partai Demokrat di New York Charles Schumer mengaku akan memperhatikan masalah ini dan mengharapkan bahan kimia ini tidak digunakan dalam produk anak-anak. "Tapi butuh penelitian yang lebih detil dan jelas."

Bisphenol A sendiri sesudah jamak digunakan pada produk botol-botol bayi dan minuman soda. Perusahaan minuman soda menggunakan bahan ini untuk melindungi minuman bersentuhan langsung dengan alumunium.

Bloomberg| Nur Haryanto
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/09/04/brk,20080904-133711,id.html

My comment:
emang sih kayaknya belum terlalu menghebohkan dari cara pemberitaannya ...buktinya amerika aja belum mengubah standar kesehatannya ato melarang sama sekali penggunaan BPA...apa karna alasan ekonomi kali ya?secara banyak banget botol yang pake BPA..kalo mau ditarik bisa bangkrut semua kali tuuh...tapiiii saya tetap memutuskan untuk mengganti semua botol adek luna pake yang BPA free....ga papa kok serasa beli botol lucu lucu yang baru :)....mesk iagak mahal tapiii demi anak...sayang anak....sayang anak... :D


ARTIKEL 4: (yang dikutip dari blog cabincandy)
Mengutip:

Kenali Tanda Segitiga Pada Kemasan Plastik

Akhir-akhir ini sering diulas di televisi tentang kemasan plastik yang berbahaya. Coba kita perhatikan di sekitar kita, sudah dipenuhi dengan sampah plastik yang tentunya sangat sulit untuk didaur ulang. Kita juga sering menjumpai berbagai macam plastik mulai dari tas kresek dengan berbagai macam warna (merah, putih, hitam dll), toples tempat makanan, botol air minum, botol susu, gantungan baju, *compact disk* (CD), pipa paralon dll yang semuanya itu mengandung plastik juga kan? Tentunya kita sebagai manusia awam tidak tahu mana plastik yang aman dan yang tidak aman. Tetapi ternyata sudah diatur dan ditetapkan secara internasional sehingga di negara manapun di dunia ini menggunakan kode dan simbol yang sama. Namun sayang masih banyak yang belum mengetahui seperti apa kode dan simbol tersebut. Bagi manusia awam kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya. Kode ini dikeluarkan oleh *The Society of Plastic Industry* pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti *ISO* (*International Organization for Standardization* ).

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1. Berada atau terletak di bagian bawah
2. Berbentuk segitiga
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka 4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga
Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah:

JENIS KE 1:
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan *PETE* atau *PET* (*polyethylene terephthalate* ) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. *BOTOL JENIS PET/PETE* ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

JENIS KE 2:
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan *HDPE* (*high density polyethylene* ) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

JENIS KE 3:
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti *PVC* (*polyvinyl chloride*), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

JENIS KE 4:
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. *LDPE* (*low density polyethylene* ) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah:
- Kuat,
- Agak tembus cahaya,
- Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
- Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,
- Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,
- Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen,
- Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk
tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan
yang dikemas dengan bahan ini.

JENIS KE 5:
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan *PP*. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis *PP* (*polypropylene* ) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan *kode angka 5* bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

*JENIS KE 6:*
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan *PS*. *PS* (*polystyrene* ) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan *styrofoam*, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan *kode angka 6*, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

JENIS KE 7:
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan *OTHER*.
Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu:
1. *SAN* –*styrene acrylonitrile* ,
2. *ABS* - *acrylonitrile butadiene styrene*,
3. *PC* - *polycarbonate* ,
4. *Nylon*

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC –atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (*sippy cup*), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?
1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. *Gunakan hanya sekali pakai!*
2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan *kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)*

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya yang panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Makanya mulai sekarang sebisa mungkin hindari membungkus makanan dengan tas kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi panjang umur….

Tips buat kita semua bagi para orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya:
1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik *jenis 4 atau 5*.
2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik *jenis 4 atau 5*.
3. Untuk dot, gunakanlah yang *berbahan silikon*, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot *berbahan latex*.
4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis *7 PC* (*polycarbonate* ).
5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

Yang harus diperhatikan pula oleh kita semua:
1. *Hindari* penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, *gunakanlah hanya sekali pakai* dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.
2. *Cegahlah* memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di mocrowave oven.
3. *Cegah* menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
4. *Cobalah* untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan.
5. *Cegah* penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.




TENTANG PLASTIK

Plastik ialah salah satu bahan baku yang diperoleh melalui proses sintesis dari berbagai bahan mentah, seperti : minyak bumi, gas bumi dan batu bara. Plastik juga dapat dinamakan bahan organik, karena terdiri dari persenyawaan-persenyawaan karbon, kecuali plastik silikon yang mengandung silicium sebagai pengganti karbon (silicium secara kimiawi mirip dengan karbon). Plastik juga disebut sebagai bahan berstruktur makro molekuler karena bahan tersebut terdiri dari molekul-molekul yang besar (makro).

Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari kenyataan bahwa banyak dari plastik bersifat "malleable". Plastik didesain dengan varian yang sangat banyak dan juga dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan bobot yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang perindustrian.
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).

Aneka ragam plastik yang biasa digunakan sehari-hari, antara lain:
• PP (Polypropylene), bahan plastik yang digunakan untuk dipakai pada packing makanan kering / snack, sedotan, kantong obat, penutup, cup, tas, botol, dsb.
• PE (Poly Ethylene), bahan plastik yang digunakan sebagai packing minuman atau barang-cairan, seperti es batu, syrup, maupun minuman lainnya.
• OPP (Oriented Polystyrene), sangat bening, kurang tahan panas. Digunakan untuk mempacking roti & snack, t-shirt, jackets, baju. Menambah keindahan penampilan produk. Agar tidak mudah robek, dipergunakan double layer side & gusset.
• HDPE (High Density Polyethylene), bahan plastik yang bewarna putih susu atau putih bersih. Digunakan untuk kantong tissue, botol detergent dan minyak, dan plastik anti panas, pipa plastik, shopping bag dan kantong plastik. Cocok digunakan untuk kantung sayur makanan yang berkuah karena fleksibel dengan kekuatan tinggi.
• LDPE (Low Density Polyethylene), bahan plastik yang digunakan untuk pelapis kaleng, plastik pembungkus makanan supaya tetap hangat (food wrapping). Kantong grocery, bungkus roti, tas plastik fleksibel dengan kekuatan remas.
• PET (Polyethylene Terephthalate) adalah polimer jernih dan kuat dengan sifat-sifat penahan gas dan kelembaban. Kemampuan plastik PET untuk menampung karbon dioksida (karbonasi) membuatnya sangat ideal untuk digunakan sebagai botol-botol minuman ringan (bersoda/terkarbonasi). Selain itu plastik PET juga sering digunakan sebagai botol air minum kemasan.
• Polystyrene (PS) bersifat mudah berubah bentuk & berbunyi. Bahan plastik yang digunakan untuk gabus (styrofoam, cup, box, tray daging, tempat telur)
• Plastik Cor adalah bahan plastik yang biasa dipergunakan untuk pengecoran bangunan.
• PVC (Poly Vinly Chlorine), bahan plastik yang dipergunakan untuk packing botol minyak, daging, pipa air dan jendela plastik.
• Lunchbox Polystyrene, bahan plastik yang digunakan untuk packing makanan ringan, nasi, dll
• Karet, bahan karet berupa karet gelang, terbagi dari super dan campuran super terbuat dari bahan murni. Transparan dan bersifat kuat dan elastis
• Tissue terdiri dari berbagai merek seperti acura, finest, jolly, livi, nice, paseo, snowtex, topas, dan toply dengan beragam kegunaan: untuk toilet, facial, luncheon, handkerchief, dinner maupun untuk minuman disebut tissue cocktail.
• Plastik Vacuum berupa campuran bahan nylon dan PE/PVC, digunakan untuk membungkus sayur, buah, daging yang hampa udara dan siap dimasak / dimakan
• Plastik Mika berbahan campuran antara bahan PP/PE/PVC biasanya digunakan untuk album, taplak meja, sampul, bungkus dll.

Hati-hati dengan Kantong Plastik!

Pada saat ini diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia/tahun yang berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik/menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak/tahun, dan 14 juta pohon ditebang. Hal ini dapat memperburuk kondisi dunia yang saat ini sedang diterpa isu global warming, karena kurangnya pohon sebagai paru-paru bumi yang dapat menyerap emisi gas rumah kaca. Selain bahan dasarnya yang non-renewable (dari hasil samping pengambilan bahan bakar minyak), plastik juga tidak hemat energi dalam proses pembuatannya.

Sampah yang timbul dari pemakaian kantong plastik pun dapat menjadi masalah. Hampir semua kantong plastik akhirnya dibuang dan berakhir di landfill (lahan penimbunan sampah). Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 500 tahun hingga dapat terdekomposisi dengan sempurna. Sampah kantong plastik yang ditimbun di landfill dapat mencemari tanah dan air tanah sehingga dapat membahayakan kesehatan umat manusia.

Apalagi jika sampah kantong plastik itu dibuang sembarangan. Ratusan ribu binatang mati karena menelan sampah plastik (salah satunya kantong plastik bekas) yang dibuang ke laut. Mereka salah mengiranya sebagai makanan. Sampah plastik yang dibuang sembarangan juga dapat menyumbat saluran drainase dan mengotori sungai. Banjir yang melanda sebagian wilayah Indonesia ini juga merupakan fenomena alam yang juga disebabkan kesalahan manusia, contohnya menumpuknya sampah di saluran drainase dan sungai.

Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tapi kita dapat menguranginya dengan membawa tas sendiri yang dapat dipakai berulang kali saat berbelanja.
Di negara-negara maju, kampanye tentang kantong plastik sudah banyak dilakukan dengan semboyan “Say No to Plastic Bags” atau “Bring Your Own Bag”. Kampanye ini untuk menginformasikan dampak negatif penggunaan kantong plastik pada masyarakat dan memasyarakatkan penggunaan tas sendiri sebagai pengganti kantong plastik. Sasaran kampanye ini adalah generasi muda (usia 15-25 tahun) atau biasa disebut Generation Y. Generasi ini lebih open minded dan mengikuti trend.

Jenis Plastik Berbahaya
Bahaya produk plastik bagi kesehatan diantaranya adalah penyakit kanker sampai pada gangguan hormon. Beberapa jenis kemasan plastik makanan dan minuman yang tidak aman bagi kesehatan, mengeluarkan zat-zat beracun, seperti Dioxin, Styrene, Phthalate, Bisphenol-A, sebagaimana kita ketahui kanker merupakan salah satu pembunuh terbesar dan terganas. Dengan mengetahui simbol-simbol daur ulang pada produk plastik, kita dapat memilah produk plastik yang terbaik untuk kita gunakan dalam pemakaian sehari-hari.

Pemerintah maupun industri plastik sendiri sampai saat ini masih belum menyatakan potensi bahaya dari pemakaian produk-produk tersebut. Dengan beralasan bahwa resiko-resiko yang selama ini menjadi polemik tersebut masih belum terbukti sepenuhnya. Namun tentu saja kita tidak ingin mengambil resiko tersebut, terutama jika itu menyangkut kesehatan keluarga, apalagi anak-anak kita. Dibawah ini dapat kita lihat 3 jenis produk plastik yang perlu untuk kita waspadai dan kita hindari untuk digunakan sebagai wadah air, botol susu bayi maupun keperluan konsumsi lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar